Minggu, 13 Februari 2011

Tentang Misteri Energi Gelap

Sampai saat ini orang belum bisa memecahkan misteri tentang materi gelap (dark matter) alam semesta. Namun kini sudah muncul fenomena baru yang lebih eksotis, yaitu dark energy (energi gelap). Menurut pendapat para astronom, semua benda langit seperti galaksi, bintang, planet, hingga gas-gas antarbintang yang di seluruh penjuru alam semesta ternyata hanya menyumbang sekitar 5% dari seluruh materi yang mengisi alam semesta.

Sisanya berupa materi gelap 23% dan energi gelap 72%. Meski sama-sama menggunakan kata “gelap”, istilah materi gelap dan energi gelap adalah dua hal berbeda dan tidak berkorelasi.

Astronom Hesti R Wulan dari Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada simposium “Dark Matter Awareness Week” di Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Sabtu (4/12/2010), menyatakan pembagian isi alam semesta menjadi materi tampak, materi gelap, dan energi gelap didasari cara pandang fisikawan Albert Einstein yang menyetarakan massa dan energi.

Dalam kosmologi, yang menjadi dasar penghitungan adalah energi. Kenyataannya banyak objek yang tak memiliki massa, tetapi memiliki energi, seperti foton. Jika mengacu pada massa, dalam pengamatan alam semesta selalu akan terbentur pada “kurangnya” massa berdasarkan objek-objek langit yang terlihat.

“Isi alam semesta tidak hanya massa, tetapi juga energi. Selain itu, tidak semua energi mewujud dalam massa,” ujar dia.
Pembentukan Lalu, apa itu energi gelap? Bagai-mana mekanisme pembentukan energi gelap? Apa hubungannya dengan materi biasa? Hukum fisika apa yang berlaku padanya?

Sampai sekarang berbagai pertanyaan mendasar itu belum menemu jawaban pasti. Hanya sifatnya yang berlawanan dengan gravitasi yang diketahui. Jika gravitasi bersifat tarik-menarik, energi gelap dihasilkan oleh sesuatu yang bersifat tolak-menolak (repulsive).

Bayangkan, misalnya, jika gaya antara kita dan bumi tiba-tiba berubah menjadi bersifat tolak-menolak, kita pun akan terlontar ke angkasa, makin lama makin jauh dari bumi. Mana mungkin kita bisa hidup? Mengerikan bukan?

Bagaimana para ilmuwan mengetahui bahwa energi gelap itu ada jika tidak tahu penyebabnya? Keberadaan energi gelap diketahui dari pengamatan supernova yang terjadi di galaksi-galaksi yang jauh. Di dalam sebuah galaksi terdapat banyak sekali bintang, bisa ratusan miliar jumlahnya.

Pada saat terjadi supernova, salah satu bintang di dalam galaksi itu meledak. Sedemikian dahsyat supernova itu sehingga bintang yang meledak tampak jauh lebih cemerlang daripada bintang-bintang lain. Terkadang supernova malah lebih cemerlang daripada jumlah kecemerlangan semua bintang di galaksi induk.

Supernova adalah ledakan mahadahsyat yang menandai berakhirnya riwayat sebuah bintang bermassa besar. Energi total yang dipancarkan supernova dalam beberapa detik bisa setara dengan pancaran energi sebuah bintang dalam kurun waktu jutaan hingga miliaran tahun.
Lontaran energi supernova jenis tertentu dapat dihitung para astronom berdasarkan sifat-sifat pancaran radiasinya. Supernova-supernova itu ternyata tampak lebih redup daripada yang diperhitungkan secara teoretis.

Jarak Jauh Orang mungkin bisa mengatakan, jaraknya yang jauh itu membuat supernova tampak redup. Namun meski para astronom sudah memasukkan faktor jarak itu ke dalam perhitungan, tetap tidak cukup untuk membuat supernova tampak seredup yang diamati.
Berbagai kemungkinan penjelasan sudah dicoba, tetapi hanya pada keberadaan energi gelap masih terbuka kemungkinan penjelasan mengapa supernova-supernova itu begitu redup.

Penjelasannya adalah bahwa supernova bergerak menjauh dipercepat. Itu berarti galaksi induknya juga menjauh dipercepat. Bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh umumnya disepakati oleh para astronom karena fakta pengamatan menunjukkan demikian.
Menurut hukum gravitasi Newton, gerakan saling menjauh itu seharusnya melambat karena ada gaya tarik-menarik antarbenda di dalam alam semesta.

Sama seperti batu yang dilemparkan vertikal ke atas, geraknya makin lama kian lambat karena ketika batu itu bergerak ke atas, ada gaya gravitasi bumi yang menariknya ke bawah.

Yang menjadi masalah, pengamatan supernova yang jauh itu mengindikasikan gerakan saling menjauh galaksi-galaksi itu makin lama kian cepat. Apa yang menyebabkan percepatan itu? Mesti ada suatu gaya semesta yang berlawanan sifat dengan gravitasi, yang mendorong galaksi-galaksi tempat terjadinya supernova itu menjauh. Gaya itu diduga berasal dari erengi gelap.

Penemuan energi gelap itu sangat berpengaruh terhadap teori tentang alam semesta yang didasari asumsi bahwa gaya antara dua benda selalu tarik-menarik. Jika ada gaya tolak antarbenda, berarti asumsi dasar teori alam semesta tidak sepenuhnya benar. Jika pembuatan dasar sebuah bangunan tidak kuat, bangunan bisa runtuh. Apa yang terjadi jika dasar sebuah teori, seperti teori alam semesta, salah? Bisa jadi teori lama runtuh dan para ilmuwan harus membangun teori baru.

Artike dikutip dari: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/07/136292/18/Menyibak-Misteri-Energi-Gelap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Silahkan Memasukkan TAHUN, BULAN dan TGL LAHIR Anda untuk mengetahui Zodiak Dan Shio Anda

Tahun
Bulan
Tanggal
Zodiak:
Shio:

This script by
WEB AGUNG