Senin, 14 Februari 2011

Uraian kecil dihari Valentine

Sebuah perjalanan kehidupan pacaran terkadang tidak semulus yang dibayangkan, terlebih untuk pacaran jarak jauh yang dengan seluk beluknya dan problematika pribadi yang telah dibawa sebelumnya. Awal perjumpaan dua pribadi dimana memiliki latar belakang kehidupan cinta dan luka yang berbeda dan mendalam disatukan dalam satu tujuan untuk hidup bersama untuk sebuah pernikahan. Memang sulit. Problematika penyatuan dua pribadi dan problematika pacaran jarak jauh yang sarat akan masalah membuat kompleksitas kehidupan pacaran semakin ‘complicate’. Perbedaan keinginan dalam menjalani hubungan (menjalani dengan model yang bagaimana) kerap kali menjadi batu sandungan, bahkan yang paling berat adalah keterbatasan akan jarak dan waktu yang membuat dua pribadi ini tidak dapat setiap waktu untuk dapat bersama sehingga rentan bagi pribadi berfikir macam-macam terhadap satu dengan yang lain.

Perkenalan yang mendalam setiap pribadi menjadi titik tolok ukur akan sebuah perjalanan kedepan. Bagaimana setiap pribadi memperkenalkan diri dengan keterbukaan yang jujur akan latar belakang dan apa yang diharapkan dari pasangan menjadi awal dari perjalanan. Memang tidak mudah untuk melakukannya. Dibutuhkan sebuah keyakinan dan kepercayaan yang kuat disetiap pribadi terlebih ada dipihak perempuan.

Setahap demi setahap dilewati hingga pada titik awal problematika. Handphonenya mati dan tidak bisa dihubungi!, padahal komunikasi sangat penting, ada apa ini?. Kemudian dia bercerita begini begitu…. walah curiga aku, dengan titik tolak awal problematika. Apakah dia jujur dengan ceritanya? jangan-jangan ini hanya alasan saja!. Huh. Ketika jalan bareng di mall kenapa dia ga bisa tenang, bolak-balik kamar mandi dengan lamanya? bahkan ketika dia harus berdandan lama sekali. aneh!. Ketika diajak berfoto malah menghindar,, apa maksudnya?

Ketika harus berkunjung ke tempat saudara karena keperluan dengan waktu lama dan akhirnya selesai urusan kembali ke tempat tinggal, oh astaga, chargernya ketinggalan. Begitu repotnya, hujan dan untung bisa kembali ketempat tinggal. Dua hari kemudian dia menelpon dan marah-marah, katanya kenapa handphonenya selalu nada sibuk dan diluar jangkauan?. Huh dasar ga tau betapa repotnya. Ketika ada janjian pergi ke luar kota bareng,, kenapa 3 hari sebelumnya dia ga mau balas sms dan ga mw angkat telp serta tiba-tiba aja dia pergi sendiri tidak ajak aku?. Pria Bulsit!. Karena alasan di teror dia matikan HP, Dasar ga jelas!. Selalu aja ingkar janji!. Sebenarnya mau mempermainkan atau benar-benar cinta se dia, selalu bikin sakit hati……..

Contoh kasus masalah ini yang bisa terjadi dan bahkan sudah terjadi. Sekarang mari kita buka satu persatu permasalahannya.

Dalam menjalin sebuah hubungan memang perlu sebuah tujuan kemana arah dan tujuan dari hubungan tersebut. Pernikahan? pacaran? atau pertemanan. Harus ada “Rembug” (=ngomong-ngomong bareng, musyawarah) diantara keduanya.Menuju ke pernikahan tentunya. Ok…

Bagaimana untuk mencapai ke sana?. Perkenalan dua pribadi dulu. yo’i sob. Keterbukaan perlu di sini. keterbukaan diartikan sebagai keadaan dimana setiap pribadi dengan keikhlasan masing-masing membuka hati dan diri kepada pasangan. Masing-masing belajar untuk menerima kekurangan dan kelemahan masing-masing, belajar untuk mencintai pasangan. Dengan kejujuran, pribadi membuka dirinya, apa adanya kepada pasangan. Niscaya seandainya bener-bener punya niat tulus dan bener-bener cinta, dia akan menerima pasangan apa adanya koq… kalau ngomong langsung saat itu juga dirasa cukup sulit, bisa sambil jalan ajah… ya ga!

Kemudian dalam perjalanan diperlukan kepercayaan dan positif thinking. Itu penting. Karena ketidakpercayaan dan curiga akan membuat pasangan akan amat sangat tidak nyaman sehingga ya mau ga mau salah satu atau salah duanya akan menjadi risih dan ga bahagia. ya mau gimana lagi kalo sebuah hubungan tanpa kepercayaan pada hakekatnya kayak soto tanpa kuah…..

Komunikasi. Ini paling penting. ga pake telegram ga apa-apa kan udah ada handphone. Bisa sms dan dianjurkan telepon ajah. Kalo telepon mati gimana?, ya diomongin dulu lah masak mau dibatin. Kan ga tiap orang bisa ilmu kebatinan…. komunikasi diartikan juga sebagai penyampaian informasi yang penting kepada pasangan. misal “yank kemarin koq kamu cantik banget,, kemarin kamu pake topeng yah?”… heemmmmmmtt…. sebab tanpa komunikasi pada hakekatnya menghidupkan televisi tanpa listrik……

Kesetiaan dan komitmen. sebagai benteng pertahanan terakhir kita. Dasar sebuah hubungan adalah komitmen dan pagarnya adalah kesetiaan. Tanpa komitmen seperti berdiri diatas air (ga akan bisa bo….) dan tanpa kesetiaan seperti kuda delman tanpa kacamatanya….. huh!

Memang se sulit banget tapi yakinlah bahwa bisa, dan ini kata-kata yang saya dapatkan dari seorang yang selalu menemaniku di hari specialku; “manusia yang hebat adalah manusia yang tetap pada pediriannya untuk mempertahankan, memperjuangkan dan mencintai seseorang tanpa tergoyahkan apapun juga, walaupun sering kali dianggap suatu pekerjaan sia-sia dan membuang waktu percuma. Keyakinannya yang teguh bahwa dialah berharga yang membuat dirinya HEBAT.” Kalau ada niat suci pasti ada jalannya koq…. ^0^V

Berilah waktu sejenak bagi kalian untuk saling berbicara, menata hati bersama untuk berbicara mengenai apa dan bagaimana kalian menjalani masa-masa hubungan awal ini dengan kata lain problem solve dari setiap pasangan. Jangan sampai ego menguasai dan biarkanlah kebahagiaan pasangan yang terpenting dan diprioritaskan…. Gud luck and Happy Valentine… (T)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Silahkan Memasukkan TAHUN, BULAN dan TGL LAHIR Anda untuk mengetahui Zodiak Dan Shio Anda

Tahun
Bulan
Tanggal
Zodiak:
Shio:

This script by
WEB AGUNG